Rabu, 4 November 2020

Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Islamic Village

 

Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi penganut Agama Islam terbesar di Dunia. Maka dengan pengakuan tersebut sudah banyak beredar aturan beserta kebudayaan yang mencerminkan Keislaman di Nusantara ini. Dari segi Ekonomi, Indonesia sudah bergerak dengan membangun dan mengembangkan Ekonomi Syariah, bahkan masuknya penerapan Ekonomi Syariah di Indonesia ini juga membawa dampak baik bagi masyarakat dan Negara. faktanya sejak masuknya penerapan Ekonomi dan Perbankan Syariah, kemudian masuknya Ekonomi dan Perbankan Syariah di sistem pembelajaran kuliah, agar bisa tercipta ekonom rabbani yang meneruskan dan memperjuangkan Ekonomi dan Perbankan Syariah dari masa ke masa.

Maraknya Perbankan Syariah di Indonesia diawali pada tahun 1998 oleh Bank Muamalat, maka ketika itu pengetahuan masyarakat masih minim, sehingga sedikit nasabah yang masuk. Namun dengan perlahan pengetahuan perbankan syariah di Indonesia lama-lama masuk dan Warga Indonesia menjadi faham akan hadirnya Perbankan Syariah di Indonesia. Sehingga eksistensi perbankan syariah mengalami peningkatan begitu pesat dan total Perbankan Syariah di Indonesia sudah mencapai di angka 17 Bank Syariah.

Namun, tidak sedikit perbankan syariah yang merupakan turunan dari induknya dan menjadi bagian dari BUMN. Maka seiring perkembangan zaman dan juga antusiasme masyarakat dengan hadirnya perbankan syariah menjadi tinggi, membuat pemerintah mencanangkan untuk Merger dari ketiga Bank Syariah yang menjadi BUMN di Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi Pemerintah, Komposisi pemegang saham pada lainnya di BRIS adalah PT. Bank Negara Indonesia tbk. (BBNI) 25,0%. PT. Bank Rakyat Indonesia tbk (BBRI) 17,4%, DPLK BRI-Saham Syariah 2% dan Investor Publik 4,4%.

Bank hasil penggabungan akan tetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham BRIS, mengacu pada entitas PT. Bank BRI Syariah Tbk, dengan ranking 7 atau 8 dalam daftar top 10 Bank terbesar di Indonesia dari sisi aset. Kemudian jika merger Bank Syariah terlaksana, maka ini menjadi Bank Syariah terbesar di Indonesia dari sisi aset dengan total aset menjadi Rp. 214,6 Triliun. Dari segi jaringan, nantinya akan ada 1.200 Cabang di seluruh Indonesia dan ada 1.700 ATM di seluruh Indonesia.

Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Islamic Village kemudian mengajak kepada masyarakat dan mahasiswa untuk mengenal tentang apa itu Merger Bank Syariah kemudian dampak yang akan didapat bagi Warga Indonesia terhadap kehadiran Penggabungan Bank Syariah di Indonesia. Dalam hal ini, pengenalan Merger Bank Syariah oleh STES Islamic Village bisa dilihat secara langsung di Instagram STES Islamic Village, atau bisa klik langsung https://www.instagram.com/stes_isvill_official/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *